Tuesday, March 3, 2026
![]() |
| Siswa SLB Karya Bhakti bergembira bernyanyi bersama dalam acara Charity Night dan Bukber bulan Ramadan, yang digagas Ika Sadaya UNPAD di Pawon Pitoe (28/2/2026) Foto: Dok. Ika Sadaya |
Malam minggu itu, siapa pun akan merasakan bahagia bercampur haru, menyaksikan anak-anak berkebutuhan khusus bernyanyi dan menari, riang gembira dengan bahasa dan tingkahnya masing-masing. Kebahagiaan tambah terpancar di wajahnya ketika adzan Magrib tiba, tanda buka puasa, dan mereka diberi goodie bag dan amplop berisi uang.
Ya, itulah suasana Malam Amal, “Charity Night, Buka Bersama Anak SLB Karya Bhakti” yang digelar IKA SADAYA (Ikatan Alumni Sastra & Budaya) Universitas Padjadjaran, di Pawon Pitoe Cafe, Jl. Bungur No.1 Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026).
![]() |
| Diberi santunan (foto:Asep GP) |
Tidak hanya itu, acara amal yang dipandu MC kondang Joe P. Project (Alumni Sejarah Unpad) disemarakkan juga dengan live painting oleh Kang Diyanto, perupa jebolan FSRD ITB dan dosen Fakultas Filsafat Unpar yang juga jadi kurator di Thee Huis Gallery (Dago Tea House) Taman Budaya Jawa Barat. Lukisannya, “Mereka yang Terabaikan”, langsung dibeli Ketua Ika Sadaya Nuning Hallet dan uangnya didonasikan untuk SLB Karya Bhakti. Saat itu hadir pula seniman lainnya dari FSRD ITB dan ISBI Bandung, termasuk Dr. Ipit S. Dimyati.
Selain itu ada juga momen mengharukan ketika Kang Adang M. Tsaury (Adang Bajay Alumni Sastra Arab Unpad) memimpin doa untuk almarhum Aef Sofyan Aminata (Alumni Sejarah), konseptor acara amal ini, yang meninggal di rumahnya sehari sebelum acara berlangsung, Jumat dini hari (27/2/2026).
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Almarhum yang akrab disapa Starsky (wajahnya sekilas mirip aktor pemeran detektif David Starsky (Paul Michael) dalam film layar kaca Starsky & Hutch) adalah scriptwriter P. Project, dan dikenal sangat baik kepada semua orang, ramah, periang, dan pandai menyemarakan suasana dengan banyolan-banyolan segarnya, serta tidak banyak mengeluh, sehingga teman-teman dekatnya pun tidak menyangka Aef telah tiada dan merasa kehilangan sekali karena ketika menata acara amal ini di rumahnya Joe P. Project, Starsky kelihatan sehat. Kakak almarhum, Supriatna Amiputra (Sastra German ‘83), pun hadir dalam acara amal tersebut mewakili keluarga. Sebelumnya dilakukan juga acara doa bersama untuk Aef “Starsky” Sofyan Aminata yang diinisiasi Hikmat Kurnia (Ketua Ika Unpad Periode 2016–2020) di WOOI Supertiam, Jalan Sumbawa No.24 Bandung.
“Acara Ika Sadaya Unpad berbagi di bulan Ramadan ini adalah momen bagi saya untuk menginformasikan lebih luas kepada alumni Unpad bahwa ada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus dari keluarga tidak mampu dan sekolah mereka mau ditutup, agar para alumni menjadi tahu dan berpikir, diajak jadi tergerak untuk membantu mereka,” demikian kata Ummy Latifah, S.S., sang pencetus ide.
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Alhamdulillah, katanya, setelah para alumni tahu, banyak yang peduli dan empati. Malam itu anak-anak Yayasan Karya Bhakti bisa riang gembira, terhibur hatinya menari dan bernyanyi bersama, serta pulangnya dikasih bingkisan dan amplop. Tidak lupa buat guru-gurunya yang hanya dibayar 500 ribu per bulan, dikasih THR.
Target jangka panjang selanjutnya adalah pendampingan agar sekolah tidak ditutup, peningkatan SDM guru, juga perbaikan fasilitas pembelajaran dengan memindahkan sekolah ke tempat yang lebih layak.
![]() |
| Dari kiri: Ummy Latifah (Penggagas Acara), Kang Adang M. Tsaury, Prof. Muradi, Resna Widyasari (Guru SLB Karya Bhakti) dan Joe P. Project (Foto: Asep GP) |
Umi juga ingin audiensi ke pemerintah terkait, tapi katanya sudah dicoba ke berbagai pintu, lewat penasihat dan staf ahlinya, belum ada tanggapan.
“Ya minimal bisa minta tempat ke pemkot ya, ke Kang Farhan, karena kalau sekolahnya tetap menyewa di tempat itu (Jalan Persaudaraan, Hantap, Antapani, Kota Bandung) orang tua tidak mau daftar karena kumuh. Coba tempatnya yang layak buat pendidikan, pendaftarnya bisa banyak. Jadi kalau pendaftarnya banyak, masih bisa menerima dana BOS dari pemerintah,” kata Ummy.
![]() |
| Live Painting oleh Kang Diyanto (Foto: Asep GP) |
Hal itu dibenarkan Resna Widyasari Afandi, staf pengajar SLB Karya Bhakti. Makanya dia berharap dengan adanya kegiatan ini, sekolahnya bisa pindah ke tempat yang lingkungannya lebih layak dan muridnya bertambah banyak.
“Saya berterima kasih kepada Bu Ummy dan teman-temannya dari Ika Sadaya Unpad. Semoga dengan acara ini dapat membantu agar sekolah kita bisa pindah, agar mendapat murid, karena kalau kurang muridnya kita tidak akan berkembang dan akhirnya kita tutup. Itu yang sedihnya,” kata Resna waswas.
![]() |
| Lelang lukisan berjudul "Mereka yang terabaikan" karya Diyanto langsung dibeli Nuning Hallet, Ketua Ika Sadaya UNPAD (Foto: Asep GP) |
“Inginnya kita lebih diperhatikan, karena memang kita tuh kekurangan murid dan dana BOS itu tidak cukup untuk dana operasional sekolah, hanya cukup untuk listrik dan gaji guru honorer yang belum PNS (500/bulan),” imbuhnya.
Kata Resna, SLB B Karya Bhakti berdiri tahun 2003. Pendirinya ayahnya sendiri, Dede Afandi, kepala sekolah di SLB ini. Sekarang punya 16 murid: tuna rungu, tuna grahita, ADHD, autis, sindrom, dan tuna daksa, lengkap, hanya tuna netra yang tidak ada. Semua murid berasal dari lingkungan sekitar.
![]() |
| Kakak mendiang Aef Starsky, Supriatna Amiputra (kedua dari kiri) hadir bersama para alumni lainnya.(Foto: Asep GP) |
![]() |
| Foto: Dok. Ika Sadaya |
Resna sendiri di situ merangkap sebagai guru tari karena dasar pendidikannya memang dari Jurusan Seni Tari UPI Bandung (2003). Makanya, setelah lulus kuliah, karena merasa terketuk hatinya dan merasa senang berada di tengah mereka, langsung mengajar di SLB Karya Bhakti hingga kini, bersama Pa Deni (pengurus), Bu Erna, Bu Sevka, Bu Seska, Bu Fitri, Bu Wati, juga Bu Mila, alumni (tuna rungu) SLB Karya Bhakti yang bekerja di bagian TU.
Kata Ketua Ika Sadaya, Nuning Hallet, acara buka bersama dengan SLB Karya Bhakti yang diinisiasi Teh Ummy ini sebenarnya sudah menjadi tradisi dan sudah berjalan kali ke-4. Tapi karena Teh Ummy ingin lebih besar lagi, makanya melibatkan Ika Sadaya Unpad.
![]() |
| Menunggu adzan Magrib (Dok.Ika Sadaya) |
“Tapi sekarang SLB ini mau ditutup karena kekurangan murid. Maka kita berusaha untuk membantunya dengan mengumpulkan dana dari para alumni Ika Sadaya dan teman-teman lainnya, sambil mengajak bergembira dan bersilaturahmi dengan mereka. Biar orang-orang tahu yang diajak acara Ramadan ini bukan hanya anak-anak yatim piatu, tapi ya kali-kali dengan anak-anak SLB,” jelas Nuning.
Selain mengumpulkan dana untuk mereka, guru honorernya juga dikasih THR dan sekolahnya dikasih fasilitas untuk mengajar seperti alat musik dan apa yang dibutuhkan sekolah.
Dalam fundraising (meminta dukungan untuk penggalangan dana) ini, kata Nuning, dana targetnya 25 juta. Alhamdulillah sampai malam itu terus bertambah.
![]() |
| Bernyanyi menghibur teman-teman (Dok.Ika Sadaya) |
“Semoga ini bukan yang terakhir dan tahun depan bisa mengadakan lagi yang lebih besar, mengumpulkan lebih banyak funding untuk kesejahteraan murid dan gurunya,” demikian kata aktivis diaspora dan pakar start-up, alumni Sastra Jepang Unpad 92 yang melanjutkan ke Universitas Indonesia dan State University of New York at Buffalo.
Dia juga mengingatkan para alumni lainnya, jangan hanya senang-senang sendiri, kita harus membangun kepekaan terhadap sekitar yang tidak pernah dilihat dan sering diabaikan.
Kegiatan amal ini pun mendapat apresiasi dari Prof. Muradi yang sengaja datang sekalian silaturahmi dengan senior dan juniornya di Ika Sadaya Unpad, juga memberi kontribusi ke teman-teman disabilitas.
Menurutnya, “Kita harus dorong juga mereka supaya punya sekolahan yang bagus. Artinya memang perlu ada alternatif lain supaya bisa bantu, tapi mungkin tidak bisa penuh. Mungkin kita menstimulasi mereka agar bisa menikmati sekolah sebagaimana mestinya. Ika Unpad Sadaya minimal punya langkah untuk menstimulasi supaya mereka punya shelter, punya pendidikan, cukup makan, dan sebagainya,” katanya.
![]() |
| Dihibur Teh Grace (Alumni Sastra German, Mantan Penyiar Radio Ganesha) Foto: Asep GP |
Negara pun, kata Prof. Muradi, harus hadir di sini. Karena menurut UUD 1945 Pasal 34 ayat (1), fakir miskin dan anak-anak terlantar harus dipelihara negara. Jadi negara harus benar-benar punya kepedulian. Kalau mereka tidak punya tempat harus dicarikan alternatifnya,” tegas aktivis 98 yang kini jadi Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan FISIP Unpad.
Demikian juga dengan Kang Anto (Airiyanto Asa – Sastra Rusia Unpad) dari Komite Etik Ika Sadaya Unpad. Usai “tumben” menyanyi di panggung, ia mengatakan kepada wartawan malam itu merasa senang sekali melihat kepedulian teman-temannya dari Ika Sadaya dan berharap tidak putus sampai di sini. “Ini harus berlanjut!” tegasnya.
Bahkan dia berharap peran teman-temannya lebih luas lagi menjadikan Bandung jadi kota sastra dan budaya yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ika Sadaya harus memperluas kerja sama dengan fakultas lainnya juga dengan pemerintah.
“Saya berharap sekali. Apalagi sekarang ada wali kota, Kang Farhan (alumni Ekonomi Unpad), dan kita tahu beliau sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat. Saya berharap ke depannya teman-teman juga bisa berdiskusi kebangsaan dengan Kang Farhan dalam hal penataan kota, terutama daerah-daerah kumuh, dan Ika Sadaya Unpad harus terlibat penuh, harus aktif di dalamnya,” katanya.
![]() |
| Aef Sofyan Aminata (Alm), Sang Konseptor acara Amal. Semoga menjadi ahli Surga. Aamiin. |
Ya, seperti SLB ini, Ika Sadaya harus bisa memfasilitasi kerja sama baik itu dengan Fakultas Psikologi Unpad maupun dengan Ika Psikologi yang ketuanya Kang Arif sangat peduli dengan kemanusiaan, atau bisa juga kolaborasi dengan alumni Fakultas Pertanian membuat usaha pertanian di kota seperti urban farming, buruan sae, apotek hidup, dan sebagainya, memanfaatkan lahan yang ada.
Menurut Anto, masih banyak orang-orang dan komunitas yang perlu dibantu. Dan itu tugas kita sebagai warga negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, amanat bersama yang dicetuskan para pendiri bangsa.
Seperti membantu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Siapa lagi kalau bukan teman-teman yang memang peduli di Bandung. Tadi saya lihat hadir Kang Adang M. Tsauri. Sejak 80-an saya kenal, sampai sekarang beliau masih peduli terhadap masyarakat. Juga Muradi, dia sekarang profesor yang latar belakangnya aktivis yang memang peduli terhadap kondisi masyarakat. Jadi untuk semua alumni Unpad, ada tugas kewajiban kita di poin ke-3 Tri Dharma Perguruan Tinggi—Pengabdian kepada Masyarakat. Jangan dilupakan itu!” Tutup mantan Ketua Senat Sastra dan aktivis mahasiswa pecinta alam, PALAWA Unpad. (Asep GP)***
Ika Sadaya Unpad Gelar Charity Night - Buka Puasa Bersama Anak SLB Karya Bhakti
Siswa SLB Karya Bhakti bergembira bernyanyi bersama dalam acara Charity Night dan Bukber bulan Ramadan, yang digagas Ika Sadaya UNPAD di Paw...
Wednesday, February 25, 2026
![]() |
| Daniel Chandra, Head of Customer Value dan Marketing Adira Finance Pusat (Foto Asep GP) |
Hal itu mengemuka saat Media Gathering Adira Expo Berkah Ramadan Jawa Barat, Senin (23/2/2026), di Rumah Makan Khas Sunda Cibiuk, Jalan Soekarno-Hatta No. 508, Kota Bandung.
Ya, kebetulan dari mulai tanggal 23 Februari hingga 1 Maret 2025 Adira Finance menggelar Adira Expo Berkah Ramadan di Tenth Avenue Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
Adira Expo ini seperti tahun lalu digelar di berbagai kota, dan sekarang di Bandung. Nanti rencananya Kamis, minggu ini mulai juga di Karawang. Dalam kegiatan ini Adira akan menghadirkan berbagai macam promo. Dari mulai trade-in, tukar tambah mobil dan motor baru dengan bekas pakai berbagai merek, selama merek yang beredar di Indonesia. Mekanismenya nanti mobil dan motor bekas tersebut akan ditaksir oleh diler-diler mobil dan motor bekas rekanan Adira. Kalau sudah setuju (deal) akan ada transaksi.
Selain itu ada promo marjin ringan untuk memiliki kendaraan baru mulai dari 1,7% per tahun, sama dengan promo IMS Jakarta. Program ini untuk yang lebih middle (menengah ke atas) karena memang di situ DP-nya agak tinggi, mulai dari 20%.
“Untuk tukar tambah ini tidak ada batasan waktu, selain di pameran (Adira Expo Ramadan) tetap bisa, kapan pun mau tukar tambah itu tinggal datang saja ke kantor Adira Finance, bisa kita layani untuk tukar tambah di luar periode pameran,” demikian dikatakan Daniel Chandra, Head of Customer Value dan Marketing Adira Finance Kantor Pusat.
Untuk masyarakat luas juga ada program “Solusi Dana”, yaitu pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB motor atau mobil, dan di situ juga ada promo cashback 1 juta Adira Point untuk yang mengajukan pinjaman dana tunai Solusi Dana di Adira Finance selama periode Adira Expo Ramadan di Tenth Avenue Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. “Prosesnya cepat dan bunga kompetitif. Angsurannya nanti bisa menyesuaikan dengan kemampuan konsumen, tinggal berapa lama, makin lama tenor cicilan makin ringan,” jelas Daniel.
Tapi untuk yang butuh dana tidak terbatas selama pameran. Kapan pun butuh, silakan datang ke cabang-cabang Adira yang ada di kota Anda. Pinjaman maksimal bisa sampai 500 juta dengan jaminan mobil.
Di Adira Expo juga ada “Umroh Untuk Sahabat”. Kata Daniel, ini sudah tahun ketiga. “Tahun ini istimewanya, kita buat program ini mulai bulan Januari sampai 30 Juni 2026 untuk semua pembiayaan di Adira Finance berkesempatan memenangkan ‘Umroh Untuk Sahabat’, berangkat umroh semua dibiayai Adira Finance, mulai dari transportasi, penginapan, makan, jadi tinggal bawa badan, baju, sama menyiapkan hati.
“Nah, istimewanya, kalau transaksinya di Adira Expo itu kesempatannya dobel. Jadi kita gandakan dua kali lipat. Ini terbuka untuk semua,” pungkas Daniel.
Dalam gelaran Adira Expo Berkah Ramadan ini tidak hanya pameran pembiayaan, juga dikemas sebagai ruang interaksi keluarga yang hangat dan menyenangkan.
Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas menarik seperti live music, lomba mewarnai untuk anak-anak, hingga fashion show yang melibatkan partisipasi keluarga.
Konsep ini menghadirkan pengalaman berbeda, menggabungkan kebutuhan finansial dengan hiburan dan kebersamaan, sehingga masyarakat dapat merasakan suasana Ramadan yang lebih berwarna dan bermakna. Itulah Adira Finance dalam gelaran Adira Expo Berkah Ramadan Jawa Barat 2026. (Asep GP)*** Tatarjabar.com February 25, 2026 CB Blogger Indonesia
Adira Expo Berkah Ramadan adakan umroh gratis, tukar tambah motor-mobil, pinjaman dana tunai jaminan BPKB, hadiah smartphone, dsb.
Daniel Chandra, Head of Customer Value dan Marketing Adira Finance Pusat (Foto Asep GP) Hal itu mengemuka saat Media Gathering Adira Expo Be...
Thursday, February 19, 2026
![]() |
| Foto Asep GP |
Setelah sukses digelar di Pusat Kebudayaan Prancis, IFI Bandung, (12–13 November 2025), Teater Kontemporer “Dekonstruksi Minimalis Teks Dramatik Kapai-Kapai” Karya Arifin C. Noer kembali mengulang suksesnya setelah dipertunjukkan lagi di ISBI Bandung. Terlihat penonton yang kebanyakan anak muda (mahasiswa dan pelajar) penuh sesak memenuhi Gedung Kesenian Sunan Ambu Kampus ISBI Bandung, Jalan Buah Batu No. 212 Kota Bandung, Rabu (11/2/2026). Benar, hingga banyak penonton yang duduk di bawah, tidak kebagian kursi.
Pagelaran teater yang teks pertunjukan dan sutradaranya digarap Fathul A. Husein ini memang berhasil memukau anak-anak muda, padahal umumnya naskah teater karya Arifin C. Noer secara tematik termasuk berat/pilosofis serta panjang, lambat dicerna anak-anak muda. Tapi dengan cerdiknya Fathul A. Husein memasukkan unsur-unsur seni tradisi Pantura seperti Tarling, Sintren, dan Wayang Kulit serta jalan ceritanya dijadikan minimalis, hingga disenangi kaum muda.
“Waduh, presh, keren pisan! Saya baru melihat pertunjukan teater seperti ini,” kata Ihsan Kamil, yang datang bersama 9 orang temannya mahasiswa Jurusan Informatika (S1) Universitas Teknologi Digital (UTD). Ihsan yang juga anggota kelompok teater Munggaran Kesenian Digitek (MKD) ini merasa kagum ge balaka, dengan dialog, gestur, dan akting para aktor teaternya yang matang. Ditambah ada selipan kesenian tradisi Pantura (Wayang Kulit, Sintren, Tarling).
Kebetulan, kata Ihsan, kelompok teaternya (MKD) yang dipimpin dan dilatih oleh Salsabilla Alaika ini banyak mempergelarkan lakon Kerajaan Sunda yang terkadang dipadukan dengan teater modern.
![]() |
| Foto Asep GP |
“Keren sih, saya gak nyangka bakal muncul wayang (kulit) dari layar putih, kirain hanya kain penghias panggung saja,” demikian kata mahasiswa UTD Angkatan 2024 yang merasa dapat banyak tambahan ilmu teaternya.
Hal itu sependapat dengan yang dikatakan Rektor ISBI Bandung, Retno Dwimarwati, di hadapan awak media sehari sebelum pagelaran. Retno yang juga aktor teater mengatakan bahwa kekuatan dari karya ini, yaitu munculnya intensitas, musikalitas, dan tarian tradisional tiga wilayah yang ada di Pantura (Pantai Utara), Sintren, Tarling, dan Wayang Kulit.
“Jadi seni tradisi itu muncul kuat di sini. Fathul terlihat mencoba menguatkan dimensi artistiknya dengan kesenian wilayah tiga dalam karyanya yang tidak ada dalam naskah aslinya, sebab Mas Arifin walau sama orang Pantura tapi lebih banyak berkutat di metropolitan. Tapi ketika Fathul membaca kesengsaraan, kungkungan dari pemegang kekuasaan, kapitalisme yang sangat kuat di Indonesia, hingga Majalengka mulai goyah dengan adanya Bandara Kertajati, ya akhirnya menjelma jadi karya ini,” kata Bu Rektor.
Hasil pembacaan-pembacaan aktual inilah, kata rektor, yang selanjutnya dipanggungkan oleh Fathul dengan cara minimalis, hanya mengambil esensinya yang dipadukan dengan pengetahuannya dalam hal Lao Tzu (pendiri Taoisme), juga filsafat Barat dan pengalaman 10 tahun mengajar filsafat di perguruan tinggi, plus Fathul kuat Islam-nya. “Jadi cara-cara membaca karya Arifin yang dilakukan Fathul pasti beda. Dan pagelaran teater ini persembahan kami, dalam membaca naskah Arifin dengan cara dekonstruksi,” demikian kata rektor ISBI yang dalam pagelaran teater “Kapai-Kapai” garapan Fathul ini ikut main memerankan tokoh Emak.
![]() |
| Foto Asep GP |
Acara pagelaran teater ini dalam rangka pelaksanaan Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana 2025, atas nama Fathul A. Husein, bekerja sama dengan UPA Ajang Gelar ISBI Bandung serta Neo Theater.
Para pendukung pagelaran selengkapnya, Sutradara: Fathul A. Husein; Manajer Program: Retno Dwimarwati (Rektor ISBI Bandung) & Andreas D. Bolo; Pimpro: Yani Mae; Aktor: Retno Dwimarwati, Yani Mae, Hendra Permana, Muhamad Nur Rozzaq, Fellycha Yuliwanda Aletika, Xena Nursyifa, dan Salma Najiyah. Penari oleh Aulia Rachma dan Ardelia Manarina Faihaa Azhaar, Vokalis & Dalang oleh Sumartana, Penata Artistik & Pimpinan Pentas oleh Ade Ii Syarifuddin, Penata Busana & Perancang Grafis oleh Dita Rosmaritasari, Penata Rias Mardaleni Muchtar, Penata Musik & Suara Isep Sepiralisman, Penata Lampu Zamzam Mubarok, Penata Pentas Ali Nurdin, Oki Suhendra, dan Mang Iwey. Dokumentasi Foto & Video oleh Herfan Rusando, Ade Daryana, dan Nietzani Adama Mahatma., Publikasi: GB. Susanto & LSP Creation.
Usai pagelaran dilanjutkan diskusi, dengan narasumber: Dr. Ipit Saefidier Dimyati, S.Sn., M.Si (Budayawan & Kritikus Teater, serta Dosen Jurusan Teater FSP ISBI Bandung), Irwan Jamaludin, S.Sn., M.Sn (Sutradara Kelompok Aktor Piktoral, Dosen Jurusan Teater FSP ISBI Bandung), dan Sutradara Fathul A. Husein.
**
Fathul A. Husein sebagai Penulis Teks Pertunjukan dan Sutradara juga pimpinan NEO Theatre Indonesia mengatakan, pertunjukan bertajuk 'Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI' ini merupakan sebuah pertunjukan teater kontemporer menggunakan tafsir dekonstruksi dan transformasi teks; dari teks dramatik (dramatic text), ke teks pertunjukan (performance text) dan ke mise en scene.
![]() |
| Foto Asep GP |
Tentu saja, kata Fathul, pertunjukan ini berdasarkan lakon asli, ‘Kapai-kapai’, sebagai teks dramatik, karya dramawan Indonesia, Arifin C. Noer (1941–1995).
Inti lakon ‘Kapai-kapai’ (ditulis pada tahun 1970) mengisahkan perjuangan hidup tokoh utamanya, Abu, seorang tokoh yang terpinggirkan dan hidup dalam kemiskinan material dan moral. Kisah ini berpusat pada pencarian Abu untuk menemukan ‘Cermin Tipu Daya’, sebuah cermin ajaib yang selalu diceritakan ibunya, Emak, dalam dongeng. Dalam dongeng Emak, seorang pangeran dan putri hidup bahagia dan terhindar dari bahaya dan malapetaka berkat ‘Cermin Tipu Daya’. Abu sangat terpengaruh oleh kisah tersebut dan percaya bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan jika ia menemukan ‘Cermin Tipu Daya’, yang menurut Emak berada di ‘Ujung Dunia’.
Perjalanan dan penderitaan Abu dalam melakoni hidup yang penuh dengan kesulitan dan kerja keras sebagai buruh, namun ia terus memendam mimpi-mimpi fantastis tentang ‘Cermin Tipu Daya’. Ia bahkan mengajak istrinya, Iyem, dalam perjalanan panjang dan sangat berat (sesungguhnya ‘perjalanan spiritual’) mencari 'Ujung Dunia' (kematian). Pada akhirnya, setelah melewati berbagai lika-liku kehidupan dan penderitaan, Abu konon menemukan ‘Cermin Tipu Daya’, justru manakala ajalnya tiba.
“Moral cerita yang hendak disampaikan melalui lakon ini: kisah surealis yang menggambarkan harapan, ilusi, dan perjuangan umat manusia dan kemanusiaan dalam mencari kebahagiaan sejati, jati diri, yang sering kali hanyalah fantasi yang tak mungkin tercapai dalam kenyataan,” jelas Fathul.
![]() |
| Foto Asep GP |
Pertunjukan teater kontemporer ini, kata Fathul, menekankan pendekatan tafsir dekonstruksi dan transformasi teks berdasarkan lakon 'Kapai-kapai' karya dramawan Indonesia, Arifin C. Noer (1941–1995). Lakon dengan beberapa bagian penting dan verbalitas tekstual (dialog dan arahan pengarang) di dalamnya semata-mata dipinjam untuk menjadi lebih sebagai 'peristiwa' pertunjukan daripada sekadar dominasi narasi verbal (kata-kata).
“Tema asli lakon tentang nasib kaum marginal yang miskin dan sengsara, sebagai korban yang tak terelakkan (baca: harus diciptakan) dari kekuasaan era industrialisasi dan kemajuan, modernitas dalam cengkeraman gurita raksasa kapitalisme, melalui konsep pertunjukan ini ditransformasikan menjadi kekuatan dramatis, simbolisme gestur/gerak, surealisme imajinatif, yang dijalin dengan musikalitas minimalis dan tembang-tembang tradisional (yang aslinya lebih berfungsi sebagai mantra) untuk menandai kelam dan getirnya kehidupan, tentang peniadaan jati diri manusia dan kemanusiaan, yang menjadi pesan inti lakon,” paparnya.
Selain itu, kata Sutradara Fathul, intertekstualitas dengan kearifan filsafat Timur, seperti Lao Tzu, juga merasuk ke dalam jiwa pertunjukan kontemporer ini. Idiom bentuk seni teater tradisional yang ‘dipinjam’ melalui pertunjukan ini setidaknya adalah teater tradisional ‘Tarling’ (mengandung unsur drama, musik, dan lagu), ‘Sintren’ (mengandung unsur tari, musik, dan mitos bidadari), dan ‘Wayang Kulit’ (teater boneka bayang-bayang yang lumrahnya berlandaskan pada kearifan kisah Ramayana atau Mahabharata), di mana ketiga jenis teater tradisional tersebut terutama diambil dari sumber yang berasal dari wilayah pesisir utara Jawa Barat.
Bertolak dari lakon ‘Kapai-kapai’: bagaimana sebuah lakon (dramatic text) dipahami, ditafsirkan, dan ditransformasikan ke atas panggung menjadi performance text dengan menerapkan sebuah pendekatan ‘strategi & siasat pemanggungan’ yang terkonsep secara kokoh dan mumpuni (mise en scène).
![]() |
| Foto Asep GP |
“Keseluruhan teks lakon asli hanya diambil untuk digunakan sekitar sepertiganya saja dari keseluruhan teks lakon, sebelum kemudian mendapat persentuhan ‘intertekstualitas’ dari beberapa entitas teks dan konteks dari luar yang merasuk ke dalam teks asli tersebut,” pungkas Fathul.
Proses eksplorasi dan latihan pertunjukan teater kontemporer telah diundang pula dalam rangka ‘workshop pertunjukan’ (performance workshop) oleh LASALLE College of the Arts, Singapura, 13–14 Oktober (bertempat di Kampus LASALLE), dan oleh Fakulti Seni Kreatif Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, pada 16–18 Oktober (bertempat di Kampus UM). Hasilnya telah menciptakan suatu kolaborasi kecil dan ditampilkan di sana dengan melibatkan beberapa mahasiswa di sana yang terpilih dari proses singkat workshop.
Tapi intinya, seperti pernah dikatakan Fathul, “Ini bukan terlalu teaternya, bukan terlalu ngobrol-ngobrolnya (diskusi), tapi yang penting silaturahimnya, nilai silaturahimnya, pertemuan langsung kita sesama manusia. Semoga teater tetap punya kehidupan yang lebih baik ke depannya,” harapnya. (Asep GP) ***
ISBI Bandung Sukses Gelar Teater Kontemporer “Dekonstruksi Minimalis Teks Dramatik Kapai-Kapai” Karya Arifin C. Noer
Foto Asep GP Setelah sukses digelar di Pusat Kebudayaan Prancis, IFI Bandung, (12–13 November 2025), Teater Kontemporer “Dekonstruksi Minima...
Saturday, January 31, 2026
![]() |
| All Talent Drama Musikal Natal “Cahaya Hati” Sekolah Santo Aloysius Bandung |
Sutradara Ronaldo Ruzali mengangkat makna Natal melalui Drama Musikal Natal "Cahaya Hati" bertajuk "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", yang diproduksi oleh Sekolah Santo Aloysius Bandung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula Henricus, Sekolah Santo Aloysius Bandung, Jalan Sultan Agung No. 4, Kota Bandung.
Drama musikal ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali makna Natal di tengah kehidupan modern yang semakin dipenuhi kesibukan, individualisme, dan ketergantungan pada dunia digital. Mengusung semangat menyalakan harapan dan menggerakkan kepedulian, Cahaya Hati hadir sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan untuk membangkitkan nilai kasih, empati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui tema besar "Menyalakan Kepedulian di Tengah Kegelapan Hati", Cahaya Hati memaknai Natal bukan hanya sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum kebangkitan rohani. Cahaya Hati melambangkan terang kebaikan dan kasih Kristus yang datang dari Timur—simbol harapan baru, awal kehidupan, dan kebangkitan. Kisah ini menggambarkan kondisi masyarakat yang terjebak dalam kegelapan batin, sekaligus menghadirkan harapan melalui tindakan-tindakan sederhana yang lahir dari ketulusan.
Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, Dr. Sherly Iliana, Ir., M.M., menyampaikan bahwa Cahaya Hati tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan seni: “Cahaya Hati bukan sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan sebuah ruang hening, ruang di mana cahaya tidak datang dari lampu panggung, tetapi dari hati yang mau mendengar dan merasakan. Terang sejati tidak selalu lahir dari kegembiraan, tetapi sering tumbuh dari kehilangan, luka, dan keheningan yang mengajak manusia bertanya tentang makna hidup yang sesungguhnya,” ujarnya.
“Drama musikal ini melibatkan kolaborasi berbagai bidang seni yang dipersembahkan oleh para siswa Sekolah Santo Aloysius Bandung, meliputi seni teater, tari, musik, paduan suara, angklung, serta marching band. Perpaduan unsur-unsur seni tersebut menjadi medium penyampaian pesan kasih, persatuan, dan kepedulian secara kreatif dan menyentuh,” jelas Ronaldo Ruzali.
Melalui karya ini, Sekolah Santo Aloysius Bandung menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan karakter berbasis seni dan nilai kemanusiaan. Drama Musikal Natal Cahaya Hati diharapkan dapat menginspirasi masyarakat bahwa setiap individu memiliki peran untuk menjadi terang bagi sesama dan lingkungannya.
Sebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Tatarjabar.com
January 31, 2026
CB Blogger
IndonesiaSebagai sutradara dan salah satu koreografer Drama Musikal Natal "Cahaya Hati", Ronaldo Ruzali menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah ajakan untuk merenung, bangkit, dan menyalakan harapan serta menggerakkan kepedulian melalui aksi nyata yang penuh makna dan iman, dalam balutan panggung yang spektakuler.
Pada kesempatan ini, Ronaldo Ruzali juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung–Satya Winaya, panitia pagelaran drama musikal Cahaya Hati, Ibu dan Bapak guru, para pelatih dan pendamping, serta seluruh siswa yang terlibat. Berkat semangat berproses, dedikasi, ketulusan, dan kerja sama yang penuh kasih, karya ini dapat terwujud dan menjadi berkat bagi banyak hati.
“Terima kasih untuk semuanya, Ad Maiora Natus Sum,” pungkas Sarjana Seni lulusan Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung (2018). Ronaldo juga pada tahun 2022 menjabat sebagai Ketua Komite Seni Tari Dewan Kesenian Kota Bandung (DKKB) dan hingga kini masih tergabung di dalamnya. (Asep GP)***
Ronaldo Ruzali Angkat Makna Natal Lewat Drama Musikal Cahaya Hati, Nyalakan Harapan dan Kepedulian
All Talent Drama Musikal Natal “Cahaya Hati” Sekolah Santo Aloysius Bandung Sutradara Ronaldo Ruzali mengangkat makna Natal melalui Drama Mu...
Friday, January 30, 2026
![]() |
| (Foto: Asep GP) |
Acara yang digelar pada Sabtu (24/1) di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur No. 35 Bandung ini adalah salah satu wujud nyata komitmen Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) memberdayakan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kewirausahaan produktif ASN dan para purnabakti alumni UNPAD, menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian finansial.
Seminar ini menghadirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Menteri Koperasi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Wali Kota Bandung, serta Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNPAD yang diwakili Direktur Kemitraan dan Kerja Sama Alumni, Tomy Perdana.
![]() |
| Menkop Ferry Juliantono hadir di "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD di Graha Sanusi Hardjadinata UNPAD, Bandung (24/01/2026). (Foto: Asep GP) |
Ketua Steering Committee, Rena Latsmi Puri, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini diprakarsai oleh Center for Strategic and Analysis IKA UNPAD, salah satu badan di bawah kepengurusan IKA UNPAD. Menurut Rena, seminar ini bertujuan membuka wawasan bagi pensiunan ASN dan karyawan menjelang pensiun, membantu mereka menghadapi potensi penurunan penghasilan, sekaligus memberi inspirasi melalui entrepreneurship dan bisnis sebagai jalan menuju kebebasan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
Sesi pembukaan menghadirkan sambutan Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD, Omay K. Wiratmadja, dan Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok kelas menengah, termasuk ASN. Menurutnya, tanpa pemahaman dan perencanaan keuangan yang matang, masa pensiun berpotensi menimbulkan kerentanan finansial.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini menjadi keynote speaker dalam "Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis" IKA UNPAD (Foto: Asep GP) |
Untuk itulah ia mengingatkan agar pandai-pandai mengelola tabungan agar tidak boros dan langsung habis, serta bisa memberi warisan finansial bagi generasi berikutnya. Ia menyarankan agar terus produktif walau produktivitas seseorang ada batasnya. Untuk itulah perlu strategi agar tetap bertahan secara ekonomi. “Panjang umur belum tentu produktif. Produktivitas inilah yang mesti kita incar. Kadang-kadang memang kita harus menciptakan kolam-kolam untuk mendapatkan ikan bagi kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
Farhan yang juga alumni Fakultas Ekonomi UNPAD berharap “Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis IKA UNPAD” ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikaji dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, termasuk untuk edukasi calon aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.
![]() |
| Menteri PANRB, Rini Widyantini, mempersiapkan kegiatan masa purnabakti sejak dini (Foto: Asep GP) |
Keynote speech disampaikan oleh Menteri PANRB, Rini Widyantini, S.H., MPM, yang menegaskan pentingnya persiapan masa purnabakti sejak dini agar ASN tetap produktif dan berdaya guna bagi masyarakat. Masa purnabakti ASN bukanlah fase berhenti berkontribusi, tetapi fase keberlanjutan kontribusi. Masa peralihan peran ini menurutnya harus dipersiapkan secara matang dan terencana. Masih banyak ASN yang memasuki masa pensiun tetapi masih bisa produktif, berpengalaman, serta memiliki jejaring yang kuat, sehingga punya potensi besar untuk berkontribusi dan berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Demikian kata Bu Menteri.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pembina IKA UNPAD, Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., menekankan bahwa kewirausahaan menjadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional dan perlunya jutaan entrepreneur baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
![]() |
| Menkop, Ferry Juliantono (tengah, berpeci), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi alternatif penciptaan lapangan kerja (Foto: Asep GP) |
Diskusi panel pertama menghadirkan tokoh pemerintahan, sektor keuangan, dan pengusaha. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan kewirausahaan melalui program Tenaga Kerja Mandiri dan Talent Innovation Hub, untuk mendukung pengembangan usaha, peningkatan kapasitas talenta, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Turut hadir Ronny Venir (BNI), Tribuna Phitera Djaja (PT Taspen), Ir. Ellyus Achiruddin, MMA (Preskom PT Triputra Utama Selaras), Agus B. Yanuar (CEO PT Samuel Aset Manajemen), dan Dr. Irfan Aulia Syaiful, M.Psi. (Ketua IKA Psikologi UNPAD) yang membahas akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), program pendampingan wirausaha, strategi membangun usaha berkelanjutan, serta kesiapan mental menghadapi risiko dalam berbisnis.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
Sesi kedua menampilkan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menyoroti peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas yang dapat diakses ASN dan masyarakat.
![]() |
| Wamen Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor berkenan meninjau stan pameran (Foto: Asep GP) |
Sempitnya lapangan kerja tersebut disebabkan kebanyakan impor mulai dari pertanian, pangan, pakaian, pakaian bekas hingga garam, dan sebagainya. Banyaknya impor tersebut kemudian mematikan industri di dalam negeri dan berimbas terhadap kurangnya penciptaan lapangan kerja dari sektor industri. Akhirnya sekarang banyak kaum Gen Z dan Milenial tidak memiliki pekerjaan formal.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
Sedangkan kata Ferry, dalam waktu tidak lama lagi sebagian besar penduduk kita akan didominasi oleh anak muda. Karena memang sekarang jumlah kaum Gen Z 11 juta, Milenial 30 jutaan plus yang masih kuliah/mahasiswa 2–3 tahun ke depan (kaum Gen Z yang 11 juta) bisa jadi 25 juta orang. “Kementerian Koperasi melihat ini menjadi sebuah tantangan, dan ini bisa dilihat sebagai masalah besar. Kalau mereka tidak dipikirkan bagaimana mereka bisa mendapat pekerjaan, ini akan menimbulkan potensi masalah sosial yang luar biasa. Sekarang di satu sisi data tadi menunjukkan bahwa lapangan kerja formal tidak lagi jadi sandaran. Apalagi dalam situasi sekarang ketika tidak terlalu banyak industri berdiri, kalaupun ada jumlahnya relatif tidak terlalu banyak. Harapannya memang karena tumbuhnya industri itu akan jadi pembukaan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang lebih masif. Akhirnya koperasi menjadi pembicaraan kami di Kementerian Koperasi. Minggu lalu kami mengadakan rapat pimpinan di Kementerian Koperasi dan akhirnya kami memutuskan bahwa jumlah generasi muda Milenial 40 tahun ke bawah, Gen Z 30 tahun ke bawah, dan termasuk juga generasi Alpha yang masih kuliah itu, sekarang menjadi sasaran target dari Kementerian Koperasi,” paparnya.
![]() |
| Sekjen IKA UNPAD, Yhodhisman Soratha, menyerahkan cenderamata kepada narasumber (Foto: Asep GP) |
Ya, justru yang belum sama sekali disentuh, dieksplor, dan dikembangkan menjadi sebuah alternatif lapangan pekerjaan bagi generasi muda – Milenial, Gen Z, dan Alpha – adalah koperasi. Sejalan dengan itu, Presiden punya program besar untuk program desa dan program Merah Putih. Jadi ini program strategis nasional, akan mendirikan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
Menkop Ferry juga melaporkan, dari 80 ribu target program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hari ini pihaknya sudah mendapatkan data tanah yang berhasil diinventarisasi sekitar 44 ribu titik tanah yang siap dibangun. Yang sedang dibangun sekarang ada 27 ribu yang insyaallah katanya bulan Maret–April nanti akan selesai proses pembangunan fisik gudangnya, juga gerai dan transport kapalnya, siap untuk operasional. Pengawasan, pengurus, dan pengelolanya sudah siap termasuk menyiapkan digitalisasinya sebaik mungkin, sehingga nanti di bulan Maret atau paling lambat April, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia sudah siap untuk operasional. Dan insyaallah katanya, di bulan Desember ini 80 ribu seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun dan siap operasional.
![]() |
| Satu di antara stan (Foto: Asep GP) |
“Harapan Presiden, 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bagi kami di Kementerian Koperasi diharapkan bisa menjadi alternatif penciptaan lapangan pekerjaan. Karena nanti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini akan melakukan kegiatan untuk gerai yang akan dikelola secara modern. Penyediaan gerai apotek, benih, pergudangan, aktivitas usaha kerajinan, kuliner, dan sebagainya, diharapkan akan bisa seperti yang diminta Presiden. Akan ada perputaran uang di desa-desa, pertumbuhan ekonomi di desa-desa, dan masyarakat kita khususnya di pedesaan tidak lagi sebagai penerima manfaat, tetapi mereka bisa menjadi subjek atau pelaku ekonomi. Dibuatkan badan usaha, badan usahanya koperasi, dan sarana dibantu dibukakan akses permodalannya. BNI salah satunya nanti diharapkan bisa ikut membimbing para pengawas, pengelola, dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar betul-betul bisa menjadi alat atau instrumen ekonomi yang ada di desa-desa,” demikian kata Menkop yang juga Ketua Umum IKA UNPAD.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, yakni dari Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, untuk memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi di sektor kesehatan masyarakat.
![]() |
| "Rempeg" (Foto: Asep GP) |
Seminar ini dihadiri 485 peserta luring dan ratusan peserta daring dari berbagai wilayah Indonesia, terdiri dari ASN menjelang purnabakti, pensiunan ASN, serta masyarakat umum. Acara ditutup oleh Wakil Ketua Umum IKA UNPAD, Tumarize Rine, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan program “Mentoring for New Entrepreneur” selama enam bulan untuk mendampingi calon pengusaha baru mengembangkan bisnis.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Tatarjabar.com
January 30, 2026
CB Blogger
IndonesiaMelalui rangkaian kegiatan ini, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purnabakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Asep GP) ***
Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis – IKA UNPAD
(Foto: Asep GP) Acara yang digelar pada Sabtu (24/1) di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur No. 35 Bandung in...
Tuesday, January 20, 2026
Acara pelantikan berlangsung pada Sabtu, (17/1/2026), di Gedung Pusat Kebudayaan Jl. Naripan No. 7–9, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., Danpusenif Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., Wadan Pusenif Mayjen TNI Tantan Ardianto, S.I.P., Irjen Polisi Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. (mewakili Kapolda Jabar), Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa Karya Guna, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari, S.T., M.Dep., Plg. (mewakili Gubernur Jabar), Haji Umuh Muchtar (Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat), Dadang Naser (Anggota DPR RI – Golkar), Andri P. Kantaprawira (Presiden Gerpis – Panata Gawe Majelis Musyawarah Sunda), Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rully Alfiady, Gending Raspuji (Inohong Pencak Silat), Ahmad Tantowi (PPSI Cirebon), Sekum DPW PPSI Jawa Barat Deden Dinar Mukti, serta jajaran pengurus DPP, DPW, DPD, maestro, sesepuh paguron, dan tamu undangan lainnya.
Pelantikan Ketua DPW PPSI Jawa Barat beserta jajaran pengurus periode 2025–2030 langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika, disaksikan Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih.
![]() |
| Ketua Dadang Hermansyah (tengah) beserta jajaran pengurus PPSI DPW Jabar Periode 2025–2030 siap memajukan pencak silat Jawa Barat (Foto Asep GP) |
Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika dalam sambutannya menjelaskan sejarah PPSI ini lahir tahun 1957 berkat jasa R.A. Kosasih (Teritorial VI). Ketua PPSI yang pertama dijabat Kolonel CPM Harun dari unsur Kodam dan Denpom. Jadi, PPSI dilahirkan oleh Kodam dan Denpom. Ketika itu hampir semua anggota Kodam–Denpom merupakan anggota PPSI, dan PPSI dibentuk untuk mempersatukan para pendekar dan jawara demi membela kedaulatan negara dan memberantas DI/TII.
Pada masa sekarang pun Galih merasa reugreug (tenang) karena PPSI Jabar tetap patareman, tidak putus hubungan, dan bersinergi dengan TNI. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan yang mendukung kegiatan tersebut, ditambah dengan Dadang Hermansyah sebagai pimpinan DPW PPSI Jawa Barat.
Galih juga mengingatkan berdirinya pencak silat di Jawa Barat, sejarahnya tak bisa dilepaskan dari nama Raden Ema Bratakusumah, yang kala itu bersama para jawara mendirikan “Beungkeut Pakuan”. Oleh karena itu, Galih berharap DPRD, Disparbud, dan instansi terkait mendorong penetapan Raden Ema Bratakusumah yang juga dikenal sebagai pendiri Kebon Binatang Bandung, inohong/tokoh Sunda, dan tokoh pejuang pergerakan nasional ini, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.
![]() |
| Pangdam Siliwangi Mayjen Kosasih, sebuah organisasi sejatinya harus membawa kemaslahatan bagi semua orang (Foto Asep GP) |
Sementara itu, Danpusenif Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan berpesan kepada Ketua DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 Dadang Hermansyah agar menjaga amanah dengan baik. Pihaknya juga sangat mendukung kepemimpinan Dadang dan mempersilakan PPSI untuk memakai gedung Pusenif untuk dipakai berlatih, turnamen, dan kegiatan lainnya.
Iwan juga menjelaskan tentang berdirinya PPSI pada tanggal 17 Agustus 1957, dengan tujuan untuk mempersatukan para pesilat di seluruh Indonesia demi menjaga dari rongrongan DI/TII. Kala itu para jawara dan tokoh pemuda yang mempunyai keahlian silat dipersatukan untuk menjaga keutuhan NKRI. Sekarang PPSI telah berusia 68 tahun.
Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dalam sambutannya berpesan, “Sebuah organisasi sejatinya bisa membawa kemaslahatan bagi rakyat yang kita pimpin, bagi organisasi yang kita pimpin, bagi anggota, dan seluruh masyarakat di wilayahnya. Makanya, seperti tadi sudah dikatakan oleh Pak Iwan, silat, salat, dan Siliwangi tidak bisa dipisahkan. Artinya, bangsa dan negara ini dibentengi oleh silat dan salat. Semoga ke depan PPSI semakin kokoh, maju, dan berprestasi,” tegas Panglima Siliwangi yang nyantri ini.
![]() |
| Ketua DPP PPSI, Galih Santika, sedang melantik jajaran pengurus DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 (Foto Asep GP) |
Tentu saja Ketua DPW PPSI Jawa Barat Dadang Hermansyah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan kehadiran Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan, Ketua DPRD Jawa Barat, Umuh Muchtar, serta para maestro dan inohong pencak silat lainnya. “Ini momentum bersejarah yang luar biasa yang jadi penyemangat bagi PPSI Jawa Barat,” katanya haru.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
Dadang juga berharap implementasi turunan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bisa dikuatkan lagi melalui Perda Provinsi demi memperkokoh jati diri bangsa.
Hal ini langsung direspons oleh Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa yang menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sedang dalam proses membuat Perda Pemajuan Kebudayaan, turunan dari UU Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu dalam 10 objek pemajuan kebudayaan di dalamnya ada seni dan olahraga tradisional. Untuk itu, pansus bakal menemui PPSI untuk meminta saran dan informasi, untuk menyempurnakan isi dari Perda Pemajuan Kebudayaan,” tandasnya.
![]() |
| Para inohong yang hadir, rempeg (Foto Asep GP) |
Bucky juga mengabarkan pencak silat sudah mendapat pengakuan dari UNESCO, demikian juga dengan silat Malaysia. Hanya bedanya, silat Malaysia lebih menekankan aspek bela diri, sedangkan pencak silat Indonesia lebih luas lagi, yaitu pencak silat sebagai warisan budaya yang menyatu dengan sistem sosial budaya masyarakatnya.
Tapi pengakuan tersebut, kata Bucky, sewaktu-waktu akan hilang dicabut lagi oleh UNESCO kalau kita tidak bisa menjaga, memelihara, mewariskan, dan mempromosikannya.
“Oleh karena itu, PPSI menurut saya memang harus menjadi garda terdepan untuk menjaga pengakuan dari UNESCO ini. Karena UNESCO juga mengisyaratkan bahwa warisan budaya tak benda yang sudah mendapat pengakuan UNESCO harus memenuhi aspek-aspek paling tidak terjaga, terpelihara, teregenerasikan, dan terpromosikan. Jadi, kalau empat aspek itu hilang, bisa saja di suatu saat pengakuan itu dicabut lagi oleh UNESCO,” kata Bucky mengingatkan.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Jadi, kata Bucky, dengan adanya PPSI ini, insyaallah pencak silat dari Indonesia akan tetap lestari dan berkembang, teregenerasikan, dan terpromosikan.
Ketua DPRD Jabar juga bercerita, pada masa Gubernur Ridwan Kamil dirinya pernah mengajukan berdirinya “Kampung Penca” di Jatinangor–Sumedang. Tapi setelah disediakan lahan 6–8 hektare dan sudah berdiri, ternyata tempat tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya sebagai etalase salah satu produk warisan Jabar. Sebuah kampung silat yang bisa menciptakan satu ekosistem kehidupan penca Jabar yang tidak hanya untuk belajar bela diri saja, tetapi juga menciptakan ekosistem perekonomian. Ada yang membuat berbagai macam iket, baju pangsi, bedog/golok, kendang, tarompet, hingga nantinya bisa mengundang turis untuk menyaksikan the living of Sundanese culture melalui pencak silat.
“Tapi setelah jadi, saya menyaksikan gedungnya kok mirip saung. Ada juga gedung yang dipersiapkan seperti untuk turnamen. Terus namanya juga bukan ‘Kampung Penca’, tapi Pusat Penca Silat,” kata Bucky terheran-heran saat itu.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Tapi kakaknya lady rocker ternama Nicky Astria ini tak patah arang. Ia berniat ingin terus memajukan warisan budaya karuhun Sunda ini. Kini dirinya meminta dukungan pemerintah untuk menghidupkan kembali paguron-paguron atau sanggar penca di Jawa Barat.
“Jadi sanggar-sanggar penca harus didukung pemerintah agar jadi museum-museum hidup yang terus berproses setiap hari. Sekarang saya juga punten minta dukungan gubernur dan Kadispora agar setiap paguron penca dan para maestronya digaji oleh pemerintah. Itu kan tidak besar, gajinya sama dengan guru sekolah saja. Jadi para maestro bisa fokus menjalankan tugasnya mentransformasikan nilai-nilai budaya penca kepada generasi muda. Tidak memikirkan lagi kebutuhan dapur dan mencari nafkah ke mana-mana, tapi ditugaskan negara hanya mengajar penca,” kata Bucky serius.
Mewakili Gubernur Jawa Barat, Ketua Dispora Jabar Dr. Hery Antasari menyampaikan pesan Gubernur KDM agar kita semua menjaga pencak silat sebagai warisan budaya leluhur Sunda yang memperkaya budaya bangsa. Silat juga bukan hanya urusan teknik saja, tetapi juga tentang akhlak, disiplin, dan karakter.
Gubernur KDM juga mengingatkan orang Sunda itu terbanyak di Indonesia (sekitar 50 juta orang), tapi kenapa banyak yang berdiri di belakang layar, low profile, someah hade ka semah, mangga ti payun we. Kalah dengan saudara-saudaranya dari provinsi lain yang lebih sedikit jumlah penduduknya, tetapi bicaranya vokal, sehingga terlihat pintar dan banyak berkiprah dalam berbagai bidang pemerintahan. Oleh karena itu, orang Sunda harus mengubah mindset (pola pikir) dan karakternya agar diperhatikan oleh semua orang.
Dengan adanya PPSI ini, gubernur juga berharap generasi muda sekarang yang didominasi 60–70 persen Gen Z, milenial muda, dan Generasi Alpha yang anteng dengan media sosial, bisa berbelok lagi karakter dan mindset-nya, kembali menjadi baik lagi, tahu etika, dan sopan santun.
“Wilujeng, semoga dengan kepemimpinan baru ini bisa melahirkan silaturahmi yang lebih baik di antara perguruan dan insan pencak silat di Jawa Barat, sauyunan, sabobot sapihanean, sabata sarimbagan—kebersamaan, kepaduan, dan kekompakan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
![]() |
| (Foto Asep GP) |
Ucapan selamat juga datang dari Ahmad Tantowi, Ketua PPSI di Kecamatan Mundu dan aktif di Kotamadya Cirebon. Pendekar Cirebon yang akrab disapa Pak Pitanto ini merasa sangat bahagia menyaksikan PPSI sudah tersebar ke seluruh Nusantara. PPSI Cirebon pun, kata Pitanto, sudah dibentuk dan berkembang, aktif membina regenerasi dari mulai anak kecil, remaja, hingga dewasa.
Menurut Pitanto, di Kota Madya Cirebon ada 800 pesilat dari 8–9 perguruan dan sedang dikembangkan juga di Kabupaten Cirebon.
Pa Pitanto pun berharap PPSI lebih berjaya, berhasil, dan jauh lebih maju dari sebelumnya. “Insyaallah ini jajaran pengurusnya para generasi muda dan pemimpinnya masih muda,” katanya sambil berlalu bersama keluarganya, kembali ke Kota Udang.
Usai dilantik, didampingi sekum beserta jajarannya, Dadang Hermansyah kepada wartawan mengatakan rasa optimisnya. Dengan kebersamaan, pencak silat Jawa Barat bisa dimajukan dan organisasi pelestari warisan luhung karuhun Sunda ini dapat dikembangkan dengan membawa kemaslahatan bagi para anggota dan seluruh masyarakat.
Tanda-tandanya sudah kelihatan, seperti dikatakan Pangdam Siliwangi. Kebetulan PPSI dideklarasikan secara resmi tahun 1957 (perencanaannya 1920–1922) oleh Pangdam Siliwangi ke-7 R.A. Kosasih. Kebetulan sekarang pun Dadang dilantik sebagai Ketua DPW PPSI Jabar ke-7 oleh Pangdam Siliwangi ke-47 yang juga bernama Kosasih. “Semoga angka tujuh ini menjadi tonggak sejarah, pertanda baik, PPSI kembali ditemukan oleh bapaknya,” harapnya.
Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030 dimeriahkan juga dengan pertunjukan pencak silat oleh anggota PPSI Jawa Barat, MC kondang Joe Project P, Ki Daus, serta dihadiri 27 DPD PPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat. (Asep GP)***
Dadang Hermansyah, S.E., AK., M.M., CA., CLA., Resmi Jadi Ketum DPW PPSI Jawa Barat Periode 2025–2030
Acara pelantikan berlangsung pada Sabtu, (17/1/2026), di Gedung Pusat Kebudayaan Jl. Naripan No. 7–9, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandun...
Tuesday, January 13, 2026
Pameran yang berlangsung di galeri kawasan Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Selatan No. 53A, Kel. Dago, Kec. Coblong, Kota Bandung ini berlangsung dari tanggal 10–31 Januari 2026 serta dibuka oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sabtu sore (10/1/2026). Acara ini dimeriahkan oleh Tim Kesenian ISBI Bandung.
Pameran ini menarik, teman-teman ini rata-rata sebagian besar memilih medium seni lukis sebagai keutamaan ungkapannya. Tapi yang menarik lagi justru keseragamannya, mereka seperti “sepakat” menggunakan medium seni lukis ini untuk membicarakan satu hal tertentu. Kemudian yang terjadi adalah mereka memberikan perspektif yang berbeda-beda. Ada yang memulainya dengan keintimannya dengan pohon itu sendiri, entah dimulai dengan pengalamannya, mungkin pernah menanam pohon, pernah dekat dengan pohon, atau pernah kehilangan pohon, dan sebagainya.
![]() |
| Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Kota Bandung sebagai kota terpadat oleh talenta-talenta terbaik di Indonesia. (Foto: Asep GP) |
“Saya kira ini yang menarik dari keseragaman mediumnya. Ya kita tahu mediumnya adalah seni lukis, tapi tawaran perspektifnya yang berbeda, dan ini yang saya kira menarik. Jadi kontribusi terbesar pelukis adalah menyumbangkan cara melihat. Karena apa yang diperjuangkannya, apa yang mereka pertarungkan di dalam bidang dua dimensi sebenarnya hampir sama, yang membedakannya adalah cara mereka memasuki bidang datarnya,” demikian dikatakan Kurator Pameran, Diyanto, kepada wartawan.
Sementara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam sambutannya mengatakan, Bandung adalah kota yang terbangun oleh lanskap, dan lanskap itulah yang membuat orang jadi swarming ke Kota Bandung. Swarming untuk berkarya.
![]() |
| Penghargaan dan hadiah karya buat Pak Wali (Foto: Asep GP) |
Swarming itu berhimpun, berkumpul, atau sebuah perilaku komunal dari masyarakat yang berkumpul dan bergerak bersama-sama atas sebuah daya tarik tertentu. Daya tarik itu bisa ekonomi, bisa budaya, dan budayanya itu bisa berupa pendidikan, bisa juga sebuah kegiatan berkarya.
Itu sebabnya, kata Wali Kota, perguruan tinggi pertama di Indonesia adanya di Kota Bandung (ITB/Technische Hoogeschool te Bandoeng 1920). Perguruan tinggi teknologi, tapi pada saat bersamaan didirikan juga Fakultas Seni Rupa terbaik di Indonesia (Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB).
![]() |
| Penghargaan dan hadiah karya buat Pak Wali (Foto: Asep GP) |
“Ya di Kota Bandunglah disadarkan adanya gabungan teknologi dengan kesenian. Karena kalau berteknologi tanpa berkesenian, kita kan menjadi mesin-mesin tanpa perasaan. Begitu juga sebaliknya, ketika berkesenian tanpa dilengkapi dengan teknologi, maka kita akan menjadi manusia-manusia purba yang akan tertinggal di dalam gua,” tegasnya.
Farhan juga menyoroti tema pameran “Pohon untuk Kehidupan” yang dipaparkan Kurator Pameran, Diyanto. Menurutnya memang benar pohon adalah salah satu sumber kehidupan kita, termasuk di Kota Bandung, dan Farhan merasa bangga karena bisa disaksikan oleh semua orang bahwa Kota Bandung adalah salah satu kota yang densitas pohon perdananya terbanyak di Indonesia.
![]() |
| Penghargaan dan hadiah karya buat Pak Wali (Foto: Asep GP) |
Tapi salah satu tantangan terbesar secara teknokratis Kota Bandung ini, 10 tahun yang lalu hanya punya 12,8% RTH (Ruang Terbuka Hijau). “Nah, sekarang kami mengejar supaya bisa mencapai 20%. Saya sedang mengajukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Pak boleh enggak RTH-nya itu bukan dihitung dari koefisien luas tanah, tetapi dihitung dari koefisien banyaknya pepohonan di Kota Bandung. Karena dengan begitu kita bisa berharap RTH Kota Bandung ini bukan sekadar sebuah hamparan, tetapi pohon-pohon yang hadir di antara ruang-ruang kehidupan kita, baik secara fisik maupun secara harapan,” kata Farhan.
Akhirnya Wali Kota berterima kasih kepada Ketua Umum ASPEN, Abang Kembang Sepatu, Kurator Diyanto, dan seluruh peserta pameran.
![]() |
| Lukisan "Generasi Yang Hilang" karya Abang Kembang Sepatu, kenang-kenangan buat Pak Wali (Foto: Asep GP) |
“Saya sangat beruntung menjadi anak Bandung yang tumbuh di Bandung, berkarya di luar, lalu balik lagi memimpin Bandung dan mendapati kota saya menjadi salah satu kota terpadat bukan oleh manusia, tapi oleh talenta-talenta terbaik di Indonesia. Bapak/Ibu sekalian, terima kasih telah menjadi pemantik kehidupan dan pemantik jiwa-jiwa yang selalu gelisah di Kota Bandung. Dan katanya Bandung kalah oleh Artjog–Yogyakarta, karena kegiatan seninya lebih hebat di sana, tapi saya yakin siapa pun yang ingin belajar dan mengerti apa itu seni, harus menginjakkan kakinya dulu di Kota Bandung,” pungkas Pak Wali, disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Sementara itu Ketua ASPEN Bandung Raya, Ir. Muhammad Bakrie Baharuddin, berharap pameran ini dapat menghadirkan pengalaman visual yang inspiratif serta mempererat silaturahmi di antara pecinta seni.
Setelah itu, pengguntingan pita dilakukan oleh Wali Kota Bandung dan para peserta pameran, beserta para tamu undangan memasuki ruangan Thee Huis Gallery, lalu semuanya asyik mengapresiasi berbagai karya lukisan bertajuk “Pohon untuk Kehidupan”. Tampak juga Abang Kembang Sepatu (Jakarta) memberikan hadiah lukisan karyanya “Generasi yang Hilang” kepada Wali Kota Bandung dan langsung diterima dengan gembira, akan dipajang di tempat kerja, katanya.
Di antara sekian lukisan terlihat ada sebuah karya yang menggambarkan kebakaran hutan yang sedang berusaha dipadamkan oleh beberapa petugas pemadam kebakaran. Warna merah, jingga (oranye), dan kuning terlihat mendominasi, kilatan bara api itu terlihat sungguh ngeri.
![]() |
| Kurator Diyanto di depan "Ruhay" karya Supriatna (Foto: Asep GP) |
Ya, inilah lukisan “Ruhay” (bara api dalam bahasa Sunda) karya Dr. Supriatna. Menurut Diyanto, karya Supriatna ini menawarkan pada kita satu sudut pandang yang lain. Sementara para pelukis yang lain melihat pohon hubungannya langsung dengan konteks lingkungan, terkait apa yang kita duga sebagai ancaman yang bersifat hidrometeorologi, sementara karya Supriatna memberikan sudut yang lain, misalnya lebih melihatnya dari perspektif antropogenik. Jadi berbagai hal terkait lingkungan sebenarnya diakibatkan oleh aktivitas manusia, entah penebangan pohon atau musibah kebakaran hutan.
Karya ini, kata Diyanto, menjadi menarik di antara yang lain karena tawaran perspektifnya yang berbeda, yaitu konteksnya dekat dengan kejadian.
“Ini lukisan kembali mengingatkan bahwa kita harus menyadari, selain bencana yang sifatnya hidrometeorologi, tentu kita harus ingat ada ancaman lain yang sifatnya antropogenik seperti ini, berbagai hal yang sebenarnya nanti memperlihatkan kerakusan manusia terhadap alam, dan sebagainya. Ini yang jadi menarik,” tandasnya.
Supriatna sendiri ketika ditanya wartawan mengatakan, ia sengaja mengambil judul lukisannya dari bahasa Sunda, “Ruhay”, titik kulminasi api yang sudah menjadi bara. Jadi kengerian dari bahaya api itu sendiri yang ia ekspose.
Kengerian yang diwakili warna api yang dominan merah–kuning–jingga. Sementara pohonnya sudah mulai berubah jadi arang kehitaman. Dalam lukisan ini ada juga manusia (petugas pemadam) yang berusaha memadamkan kebakaran hutan tersebut dengan segala risiko yang mengancam jiwanya. Kata Kang Supri, itu hanya simbol, gambaran di permukaannya saja, sementara di dalam hutan tersebut banyak penghuni lain yang terancam nyawanya.
![]() |
| Supriatna: kalau alam rusak, akan menjadi bencana mengerikan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya (Foto: Asep GP) |
“Jadi saya gambarkan secara dinamis, seolah-olah sedang terjadi, ada goresan-goresan liar jilatan api yang tidak bisa diprediksi ke mana arahnya. Kengerian itu mengingatkan bagaimana manusia harus menjaga alam. Ini saya sampaikan dengan goresan-goresan dinamis dengan warna mewakili api dan pohon serta ada lelehan, ini menggambarkan kengerian,” jelas Supriatna.
Ketika ditanya apakah lukisan ini kritik terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatra baru-baru ini, kata Kang Supri, lukisannya dibuat pada tahun 2025, jauh sebelum kejadian bencana alam Sumatra. Tapi katanya esensinya sama, ada pesan yang ingin disampaikan, kalau alam rusak, akibat buruknya tidak hanya akan dirasakan manusia saja, tapi hewan, tumbuhan, dan alam pun akan rusak. Itu edukatifnya.
Sebagaimana diketahui, Dr. Supriatna, S.Sn., M.Sn., ini adalah seorang seniman sekaligus akademisi. Alumni Seni Murni FSRD ITB (S1–S2) ini meneruskan menimba ilmu Komunikasi Seni di S3 Pascasarjana Unpad dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama di ISBI Bandung.
Tapi kegemarannya melukis tak pernah padam, tak heran karyanya hingga kini sudah mencapai seribuan. Ada yang dikoleksi dan ada juga beberapa lukisannya yang tidak tahu rimbanya, tidak didokumentasikan. Tapi karyanya sudah dikoleksi oleh kolektor di beberapa negara seperti China, Thailand, Jepang, dan sisanya, walau orientasinya bukan untuk komersial, lukisannya dibeli teman-temannya dan perusahaan di dalam negeri. “Saya melukis hanya untuk mengekspresikan kegelisahan jiwa saja,” pungkasnya. (Asep GP)***
ASPEN Gelar Pameran Lukisan “Pohon untuk Kehidupan” di Thee Huis Gallery Taman Budaya Jawa Barat
Pameran yang berlangsung di galeri kawasan Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Selatan No. 53A, Kel. Dago, Kec. Coblong, ...
Subscribe to:
Comments
(
Atom
)












.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)









%20beserta%20jajaran%20pengurus%20PPSI%20DPW%20Jabar%20Periode%202025%E2%80%932030%20siap%20memajukan%20pencak%20silat%20Jawa%20Barat%20(Foto%20Asep%20GP).jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)













